
Maos, Cilacap — SMP Negeri 1 Maos kembali menghadirkan program edukatif yang memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi peserta didik melalui kegiatan “Bertutur Pajak” bersama KPP Pratama Cilacap. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan literasi perpajakan sekaligus membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pajak bagi pembangunan bangsa.
Kegiatan Bertutur Pajak dilaksanakan di SMP Negeri 1 Maos dengan menghadirkan narasumber dari KPP Pratama Cilacap, Briansah Widhi Hartono, yang menyampaikan materi perpajakan dengan pendekatan komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman bahwa pajak bukan sekadar kewajiban masyarakat kepada negara, tetapi merupakan salah satu sumber penting pembiayaan pembangunan. Berbagai fasilitas publik yang dimanfaatkan masyarakat, seperti sekolah, jalan, layanan kesehatan, hingga berbagai sarana pelayanan publik, tidak terlepas dari peran penerimaan negara, termasuk pajak.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Dialog dan komunikasi dua arah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta memahami konsep perpajakan secara lebih sederhana dan aplikatif.
Kepala SMP Negeri 1 Maos, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada KPP Pratama Cilacap atas sinergi dan kolaborasi dalam memberikan edukasi perpajakan kepada peserta didik.
“Program Bertutur Pajak merupakan pengalaman belajar yang sangat positif bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar tentang pajak, tetapi juga memahami hubungan antara kewajiban warga negara, pembangunan, dan masa depan bangsa. Edukasi seperti ini penting diberikan sejak dini agar tumbuh generasi yang sadar pajak dan memiliki karakter sebagai warga negara yang bertanggung jawab,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen SMP Negeri 1 Maos dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter, wawasan kebangsaan, serta kecakapan hidup peserta didik.
Sementara itu, melalui materi yang disampaikan, Briansah Widhi Hartono mengajak para siswa untuk mengenal pajak dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Peserta didik juga didorong untuk memahami bahwa kesadaran membayar pajak pada masa mendatang merupakan bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan Indonesia.
Kegiatan Bertutur Pajak menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara dunia pendidikan dan Direktorat Jenderal Pajak dalam membangun generasi muda yang memiliki literasi perpajakan. Sekolah berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga peserta didik memiliki pemahaman yang baik mengenai peran pajak sekaligus tumbuh menjadi generasi yang jujur, bertanggung jawab, sadar aturan, dan peduli terhadap kemajuan bangsa.
Bagi SMP Negeri 1 Maos, Bertutur Pajak bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi merupakan bagian dari proses pendidikan karakter menuju terwujudnya Generasi Spensamas Gemilang—generasi yang memiliki wawasan luas, berkarakter, mandiri, inovatif, dan siap mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
SMP Negeri 1 Maos
Satu Visi, Satu Hati untuk Mewujudkan Generasi Spensamas Gemilang.