English and Culture Program: Membuka Jendela Dunia melalui Bahasa dan Budaya

MAOS — Ada yang berbeda di SMP Negeri 1 Maos, Kamis (3/9/2026). Aula GOR Gelora Widya dipenuhi antusiasme siswa ketika dua warga negara asing hadir dan berinteraksi langsung dengan mereka dalam kegiatan “One Day with Foreigners – English and Culture Program.”
Dua tamu internasional tersebut adalah Mr. Singo Orizon dari Zimbabwe dan Mr. Muhamed Abu Hasa dari Sudan. Kegiatan semakin istimewa karena turut dibersamai Kepala Biro Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Chondro Nur Alim, Ph.D.
Program English and Culture ini menjadi bagian dari upaya SMP Negeri 1 Maos memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada siswa. Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai mata pelajaran di ruang kelas, tetapi dipraktikkan secara langsung sebagai bahasa komunikasi dengan warga dari negara lain.Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan cerita, mengenal budaya, bertanya, dan berdialog secara langsung dengan tamu dari Zimbabwe dan Sudan. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, program ini dirancang sebagai pengalaman belajar yang nyata. Siswa didorong untuk berani berbicara meskipun belum sempurna, karena keberanian untuk mencoba merupakan bagian penting dari proses penguasaan bahasa.
Kepala SMP Negeri 1 Maos, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Purwokerto, khususnya Kepala Biro Hubungan Internasional UMP Chondro Nur Alim, Ph.D., atas kolaborasi yang telah memberikan pengalaman internasional bagi para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa ini. Bagi anak-anak, bertemu dan berbicara langsung dengan orang asing merupakan pengalaman belajar yang sangat berharga. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukan hanya mata pelajaran di kelas, tetapi merupakan alat komunikasi untuk membuka jendela dunia,” ujar Sigit.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris harus dibangun melalui keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.
“Hari ini mereka menjadi tamu kita. Mereka datang dari Zimbabwe dan Sudan. Tetapi suatu saat nanti, bisa jadi anak-anak kita yang akan menjadi tamu di negara lain. Bahkan mereka bisa menjadi bagian dari komunitas internasional, belajar, bekerja, atau berkolaborasi dengan orang-orang dari berbagai negara. Karena itu, kuasailah bahasa Inggris mulai sekarang,” tegasnya.
Sigit menambahkan bahwa penguasaan bahasa Inggris juga harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami budaya. Dengan mengenal budaya negara lain, siswa belajar menghargai keberagaman, membangun sikap terbuka, serta memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berkomunikasi dan berkolaborasi.
English and Culture Program dengan demikian tidak hanya berorientasi pada kemampuan speaking, tetapi juga membangun global awareness, cultural understanding, confidence, communication skills, dan intercultural competence pada diri peserta didik.
Kehadiran Chondro Nur Alim, Ph.D. dari Biro Hubungan Internasional UMP juga menjadi bagian penting dalam membangun jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan wawasan internasional bagi generasi muda.
Melalui One Day with Foreigners – English and Culture Program, SMP Negeri 1 Maos ingin menanamkan keyakinan kepada siswa bahwa dunia tidak sejauh yang mereka bayangkan. Dunia dapat dikenali, dipelajari, dan dijelajahi ketika mereka memiliki keberanian untuk berkomunikasi.
Program ini sekaligus menjadi salah satu ikhtiar SMP Negeri 1 Maos dalam mewujudkan Generasi Spensamas Gemilang—generasi yang memiliki karakter, percaya diri, berwawasan global, mampu berkomunikasi, menghargai keberagaman budaya, serta siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Sebab, hari ini siswa SMP Negeri 1 Maos belajar menerima tamu dari berbagai negara. Esok, mereka dipersiapkan untuk menjadi tamu, pelajar, profesional, bahkan duta bangsa di berbagai belahan dunia.
“Don’t be afraid to speak English. Speak, learn, understand the culture, and open your world.”
SMP Negeri 1 Maos
Satu Visi, Satu Hati untuk Mewujudkan Generasi Spensamas Gemilang.

