
Kepala KPPN Cilacap Ajak Generasi Muda Memahami Keuangan Negara dan Menjadi Pengelola Keuangan Negara yang Berintegritas
Maos, 5 Agustus 2026 – Upaya meningkatkan literasi keuangan negara kepada generasi muda terus dilakukan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui berbagai program edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Treasury Goes to School, yang kali ini diselenggarakan di SMP Negeri 1 Maos, Kabupaten Cilacap, bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Cilacap.
Kegiatan yang berlangsung di Aula GOR SMP Negeri 1 Maos tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta didik yang merupakan perwakilan dari kelas VII, VIII, dan IX. Sejak awal kegiatan, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga tanya jawab bersama narasumber.
Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena dihadiri secara langsung oleh Kepala KPPN Cilacap, Bapak Joko Pramono, yang didampingi oleh jajaran pegawai KPPN Cilacap. Kehadiran pimpinan KPPN secara langsung merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Keuangan dalam mendekatkan institusi negara kepada dunia pendidikan sekaligus membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan keuangan negara yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 1 Maos, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia, khususnya KPPN Cilacap, yang telah memilih SMP Negeri 1 Maos sebagai lokasi penyelenggaraan program Treasury Goes to School.
Beliau menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan wawasan kebangsaan, karakter, serta kesadaran peserta didik mengenai bagaimana negara bekerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu aspek penting yang perlu dipahami sejak usia sekolah adalah bagaimana negara memperoleh pendapatan, mengelola anggaran, hingga menggunakannya untuk membiayai pembangunan nasional.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Joko Pramono beserta seluruh jajaran KPPN Cilacap atas kesediaannya hadir secara langsung di SMP Negeri 1 Maos. Kehadiran Bapak beserta tim menjadi kehormatan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi peserta didik kami. Semoga sinergi yang baik antara dunia pendidikan dengan Kementerian Keuangan dapat terus terjalin demi membangun generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat mengabdi kepada bangsa,” ujar Sigit Kindarto.
Dalam sesi utama, Kepala KPPN Cilacap bersama tim menyampaikan materi mengenai keuangan negara dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Materi diawali dengan pengenalan mengenai pengertian keuangan negara sebagai seluruh hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang serta menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Peserta didik kemudian diajak memahami berbagai sumber penerimaan negara, mulai dari penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga berbagai sumber pendapatan lainnya yang dikelola pemerintah. Melalui berbagai ilustrasi dan contoh nyata, siswa memperoleh gambaran bahwa setiap rupiah yang diterima negara berasal dari kontribusi masyarakat dan harus dikelola secara bertanggung jawab demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Materi berikutnya membahas mengenai pengelolaan keuangan negara yang dilakukan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Para narasumber menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan memiliki peran strategis sebagai pengelola fiskal negara yang memastikan setiap anggaran digunakan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Tidak hanya menjelaskan proses penerimaan dan pengelolaan anggaran, narasumber juga mengajak peserta didik memahami peruntukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melalui berbagai tayangan visual, siswa diperlihatkan bagaimana APBN digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan, bendungan, sarana transportasi, pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, bantuan pendidikan, serta berbagai program pembangunan lainnya yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Pada sesi ini, peserta didik diajak menyadari bahwa setiap fasilitas umum yang mereka nikmati merupakan hasil dari pengelolaan keuangan negara yang baik. Kesadaran tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik sekaligus mendorong peserta didik untuk ikut menjaga dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Selain membahas aspek teknis pengelolaan keuangan negara, para narasumber juga memberikan motivasi kepada peserta didik agar memiliki cita-cita besar untuk berkontribusi bagi bangsa. Mereka memperkenalkan berbagai profesi di lingkungan Kementerian Keuangan, mulai dari pengelola perbendaharaan negara, analis kebijakan fiskal, auditor, pengelola anggaran, hingga berbagai profesi lainnya yang berperan menjaga keberlangsungan pembangunan nasional.
Kepala KPPN Cilacap, Bapak Joko Pramono, menegaskan bahwa membangun literasi keuangan negara harus dimulai sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar mengenai pentingnya pengelolaan APBN.
“Melalui Treasury Goes to School, kami ingin menanamkan pemahaman kepada adik-adik bahwa keuangan negara adalah amanah seluruh rakyat Indonesia. Setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap dari SMP Negeri 1 Maos akan lahir generasi-generasi terbaik yang kelak bergabung di Kementerian Keuangan maupun instansi pemerintah lainnya untuk mengabdi kepada bangsa dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat melayani.”
Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta didik secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pajak, APBN, profesi di Kementerian Keuangan, hingga proses menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya rasa ingin tahu siswa terhadap tata kelola keuangan negara dan peran pemerintah dalam pembangunan nasional.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Maos. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, integritas, nasionalisme, serta kepedulian terhadap kepentingan publik menjadi pesan utama yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi sekolah, “Terwujudnya Lulusan GEMILANG”, yaitu lulusan yang memiliki keunggulan karakter, kompetensi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Di akhir kegiatan, Kepala SMP Negeri 1 Maos kembali menyampaikan harapan agar kerja sama antara SMP Negeri 1 Maos dengan KPPN Cilacap dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi lainnya. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan instansi pemerintah merupakan bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar langsung dari para praktisi.
Melalui kegiatan Treasury Goes to School, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami konsep dasar keuangan negara, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang jujur, kompeten, profesional, dan amanah. Besar harapan bahwa suatu saat nanti akan lahir putra-putri terbaik dari SMP Negeri 1 Maos yang mengabdikan diri sebagai insan Kementerian Keuangan maupun aparatur negara lainnya, yang mampu mengelola keuangan negara dengan integritas tinggi demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera.
“Belajar hari ini, mengabdi esok hari. Dari SMP Negeri 1 Maos menuju Indonesia yang semakin maju melalui pengelolaan keuangan negara yang amanah.”


